Saturday, November 7, 2026

Renungan 30+


Ya ampun, ga berasa banget udah sekian tahun ga masuk di blog ini untuk menulis panjang. Semalam, rasa-rasanya otak buntu dan pengin menuangkan banyak hal di sini.

Teknologi yang makin canggih, kesibukan yang pol-polan, belum lagi status yang sudah berubah jadi istri, bikin saya jadi tambah punya alasan untuk tidak menulis. Kerjaan sehari-hari di kantor juga ada nulisnya, jadi bikin otak udah malas duluan ketika mau nulis untuk sekadar hobi saja. Benar, lho, otak saya dimanjakan banget dengan penggunaan AI yang bantu bikin prompt dan akhirnya ga melatih lagi otak yang sebenarnya, huhu.


 

Akhir-akhir ini saya merindukan banyak hal. Mulai dari kebiasaan sarapan pelan-pelan di pagi hari saat masih di zaman sekolah-kuliah dulu, dengar musik sambil mengetik tulisan,  sampai kegiatan relawan yang terakhir saya lakukan di tahun 2022. Rasa-rasanya, sebagian diri saya tuh ada yang hilang menguap lenyap. Entah. Rasanya kosong saja. Berbincang dengan suami, saya "diminta" untuk coba cari lagi spark itu. Saya berpikir lama, sampai saya bilang, ya, sepertinya saya memang merindukan banyak hal yang bikin saya senang sebelum-sebelumnya.

Belum lagi urusan kerjaan yang menumpuk, administrasi visa yang belum selesai, kondisi politik di Indonesia yang carut-marut, dan sebagainya, dan seterusnya, rasa-rasanya bikin kepala ingin meledak. Hidup harus terus berjalan, tentu saja, tapi saat ini, saya seperti sedang menepi di trek lari, duduk di bawah pohon rindang, memakan bekal yang saya bawa, tapi masih merasa haus dan lapar yang tidak sudah-sudah.

Di usia 30+ ini, saya bertemu makin banyak orang, tapi makin merasa sulit terkoneksi dengan mereka. Saya makin punya banyak cita-cita, keinginan, ambisi, tapi merasa kosong di waktu bersamaan. Rasanya benar-benar seluruh semangat saya menguap di udara. Beruntungnya, saya diberikan pasangan yang sangat memahami dan tidak menghakimi, serta membantu saya untuk memahami diri saya lebih dalam. Kadang-kadang, saya merasa bersalah juga ke pasangan, karena saya seperti tong kosong saat diajak diskusi, walau pasangan sangat tidak suka ketika saya bilang demikian, dan selalu bilang saya adalah perempuan yang cerdas, tapi tetap saja saya merasa...hampa.

 Namun, saya coba buat daftar hal-hal yang masih bisa membuat saya berbinar-binar, dari dulu hingga sekarang. Pertama, membaca buku. Walau frekuensinya turun jauh sekali, tapi saya masih mencoba untuk konsisten membaca. Dulu, saya bisa melahap habis buku apa saja, sekarang, saya lebih sering menghibur diri dengan buku bergenre romcom atau thriller untuk menjaga keinginan saya menghabiskan buku itu. Saya juga bikin akun Instagram khusus buku-buku, walau sekarang akun itu sudah sepi kembali. Sedih, tapi bersyukur saya masih bisa terus baca buku. Oh, saya sadar, dulu, saya sering membaca buku fisik, membaui kertasnya, sekarang, saya lebih sering pakai Kindle, dan tentu saja tidak ada fitur membolak-balik halaman sambil membaui kertas.

Kedua, saya masih suka K-Pop. K-Pop generasi keempat, saya benar-benar hilang, tidak tahu apapun. Hilang sparks sama sekali. Nah, di generasi kelima, saya kembali suka dengan salah satu girl group, bahkan menghadiri konser mereka secara langsung, setelah sekian lama terakhir nonton konser. Dan saya merasakan kembali kebahagiaan yang dulu hilang. Senang rasanya bisa menyukai satu hal lagi yang dulu saya senang sekali melakukannya. Akhir-akhir ini juga, saya membatasi diri menonton video pendek, karena saya ingin melatih fokus kembali. Akhirnya, saya mencoba untuk membiasakan lagi nonton film, bahkan drama Korea dengan episode yang panjang dan penokohan yang banyak, biar bisa fokus lagi, melatih otak saya yang sepertinya turun kualitas amat jauh.

Ketiga, saya ingin mencoba menulis lagi. Blog ini, yang saya buat di tahun 2012, sudah merekam banyak sekali isi kepala saya. Saya ingin kembali menghidupkannya, dan tujuannya agar saya kembali memanggil Kiki yang dulu semangat, punya ambisi, bisa berpikir jauh lebih panjang dan dalam, saya rindu sekali Kiki yang itu. Saya akan mencoba konsisten lagi, inshaAllah.

Terakhir, saya masih suka sekali bersih-bersih. Saya menemukan diri saya semangat ketika membersihkan isi lemari, menyikat kamar mandi di malam hari, atau sekadar membersihkan isi tas saya setelah bepergian. Saya masih menemukan diri saya merasa amat lega setelah melakukan hal itu. Sederhana, tapi hal itu membuat saya ingat, betapa Kiki yang dulu semangat beberes, masih suka melakukan hal yang sama.

Sekarang saya sudah berganti status menjadi seorang istri, saya ingin menjadi istri yang jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Saya ingin bisa menjalin koneksi yang lebih dalam dengan suami saya. Saya juga ingin jadi pribadi yang jauh lebih peka terhadap sekitar, bisa berpikir lebih jernih, melihat sesuatu lebih dalam seperti Kiki di masa lalu, dan juga jadi hamba Allah yang lebih baik. Akhir-akhir ini, iman saya rasanya naik-turun seperti roller coaster! Butuh tulisan lain lagi sepertinya untuk hal itu di lain waktu.

 Well,, segini dulu untuk sekarang. Doa baik untuk kita semuanya!

 

Awal November 2026,

 

Kiki 

 

No comments:

Post a Comment

Renungan 30+

Ya ampun, ga berasa banget udah sekian tahun ga masuk di blog ini untuk menulis panjang. Semalam, rasa-rasanya otak buntu dan pengin menuang...