Showing posts with label Bincang Buku. Show all posts
Showing posts with label Bincang Buku. Show all posts

Wednesday, May 4, 2016

[Bincang Buku] O - Eka Kurniawan



Judul     : O
Penulis  : Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit    : 2016
Tebal     : 470 halaman
ISBN     : 9786020325590


Kisah seekor monyet yang ingin menikah dengan kaisar dangdut...

Wednesday, April 13, 2016

[Bincang Buku] Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas







Judul          :  Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas
Penulis       :  Eka Kurniawan
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan      : Ketiga / Desember 2015
Tebal buku : 243 halaman
ISBN          : 978-602-032470-8


Wednesday, March 23, 2016

[Bincang Buku] Melihat Api Bekerja, Kumpulan Puisi Aan Mansyur




Judul           : Melihat Api Bekerja

Penulis        : M Aan Mansyur

Ilustaror      : Muhamad Taufiq (Emte)

Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan       : Pertama/ 2015

Tebal buku  :155 halaman

ISBN           : 978-602-03-1557-7

Wednesday, October 28, 2015

Bincang Buku: Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir



Sebenarnya ini adalah kali ketiga saya "melahap" buku ini hingga tamat. Entah mengapa, buku ini selalu berhasil mencuri perhatian saya saat sedang berada di zona perasaan kacau dan kemudian melirik rak buku di sudut kamar. Sampulnya didominasi warna putih dan gambar bangunan Dome of the Rock yang megah. Buku ini saya beli saat masih duduk di bangku kuliah, tepatnya saat semester lima. Kesan orang-orang yang melihat saya membaca buku ini selalu sama; mengerutkan kening sambil menatap saya dari kepala hingga ujung kaki. Mungkin mereka berpikir lah kok muslimah berkerudung lebar bacaannya Jerusalem? Jerusalem kan kaitannya erat sama kristen sama Yahudi. Entah. Saya hanya menebak. Tapi, salah seorang kerabat dekat saya pernah berkata demikian saat melihat buku ini teronggok di kamar saya. Persis. Saya hanya menjawabnya dengan senyuman. Salah saya yang terlalu malas menjelaskan.

Juni

Aku menekuri ujung sepatu yang kupakai. Sialnya, sepatu ini kembali melempar ingatanku pada wajah gadis itu. Katanya, dulu, ia pali...