Sebenarnya ini adalah kali ketiga saya "melahap" buku ini hingga tamat. Entah mengapa, buku ini selalu berhasil mencuri perhatian saya saat sedang berada di zona perasaan kacau dan kemudian melirik rak buku di sudut kamar. Sampulnya didominasi warna putih dan gambar bangunan Dome of the Rock yang megah. Buku ini saya beli saat masih duduk di bangku kuliah, tepatnya saat semester lima. Kesan orang-orang yang melihat saya membaca buku ini selalu sama; mengerutkan kening sambil menatap saya dari kepala hingga ujung kaki. Mungkin mereka berpikir lah kok muslimah berkerudung lebar bacaannya Jerusalem? Jerusalem kan kaitannya erat sama kristen sama Yahudi. Entah. Saya hanya menebak. Tapi, salah seorang kerabat dekat saya pernah berkata demikian saat melihat buku ini teronggok di kamar saya. Persis. Saya hanya menjawabnya dengan senyuman. Salah saya yang terlalu malas menjelaskan.