Wednesday, October 21, 2015

Jadi Ceritanya Begini (1)

"Great stories happen to those who can tell them." -Ira Glass



Sepekan kemarin, saya tengah disibuki dengan banyak kegiatan yang baik-baik. Alhamdulillah, I am surrounded by postive people. Sibuk jadi karyawati perusahaan swasta, saya ndak  mau dong cuma melulu dipusingi urusan kantor, maka jadilah saya berusaha mencari circle lain di luar lingkungan kantor. Mulailah saya ngacak-ngacak laman Facebook, dan ketemulah saya sama satu komunitas LEGES (Luwuk English Hangout Society). Setelah nanya sama penggagasnya, akhirnya saya bisa sukses ikutan pertemuan perdana mereka. Acaranya keren, banyak orang-orang positif dan menyenangkan, sesuai namanya, di acara ini kami mencoba untuk terus berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris. Semuanya sama-sama belajar di sini, walau beberapa kali tatapan yang lain selalu tersorot ke saya dan menanyakan bagaimana cara mengucapkan ini itu dalam Bahasa Inggris sebab saat perkenalan saya diminta menyebutkan alumnus mana, dan saya selalu bangga menyebutkan almamater saya, Universitas Negeri Makassar. :') *kemudian tulisan ini dibaca oleh Ayahanda Rektor*
:D



    
So, these people are my new positive friends. :)

Besoknya, saya dipertemukan lagi oleh Tuhan bersama orang-orang positif lainnya, FLP Banggai. Nikmat mana yang mampu saya dustakan? :')

FLP Banggai. Jangan lihat kuantitasnya, tapi lihat kualitasnya. Tsah!

Udah segitu aja dulu. Jadi ceritanya begitu!


XOXO,
Kio

Thursday, October 15, 2015

(1)

di koridor panjang ini
saya duduk terpekur
penuh perhatian menggurat lantai cokelat di bawah
sambil sesekali menahan kantuk
lalu menoleh
berharap-harap sosok yang saya tunggu sejak pagi tadi datang
memutar musik di daftar lagu
pilihan saya jatuh pada suara sayang Tuan
mengalun seolah menyemangati

dua menit, dua jam, sampai berlelah
sudah beratus-ratus jenis minyak wangi yang mempir di indra penciuman saya
sudah beribu jenis manusia yang berlalu-lalang
tapi, dia belum jua tiba
duh, haruskah saya menyerah setelah beratus lipatan hari saya menunggu?
lelah?
bukan.
mulut dan hati saya sudah terlampau kebas untuk berkata lelah sekarang
mungkin sesak yang paling tepat
sesak yang sudah mengantri sejak puluhan purnama terbit
duh, bapak ibu dosen, kapan kalian tiba?

18 Mei 2015, pukul 14:22, sudah tujuh jam terpekur di gedung jurusan FBS UNM.


Catatan ini saya temukan di handphone saat masa galau penyusunan skripsi. Widiw, time flies so fast! :')

Tuesday, October 13, 2015

The Lovable Triplets; Dae Han, Min Gook, Man Se!




Jadi, sebenarnya saya sudah ngefans banget sama ketiga bocah lucu asal Korea Selatan ini, sejak kemunculan perdana mereka di episode 34 acara The Return of Superman (슈퍼맨이 돌아왔다). Tahu acara ini? Nggak? Ah, beneran nggak tahu? Where have you been?

Ah, baiklah, tujuan saya menulis ini sebenarnya untuk mengungkapkan rasa cinta saya yang menggebu-gebu pada mereka, sekaligus untuk "meracuni" pembaca sekalian. Jadi, The Return of Superman ini adalah sebuah reality show dari Korea Selatan yang mengusung kegiatan dan kedekatan seorang ayah (selebriti) dan anak-anaknya, jadi, di setiap episode, anak-anak akan sepenuhnya ditangani oleh ayahnya selama empat puluh delapan jam tanpa pengawasan ibu mereka. Nah, di sinilah serunya ketika kita menyaksikan anak-anak yang rata-rata masih balita, dengan segala keribetannya, ditangani sepenuhnya oleh ayah mereka. Saat menyaksikan acara ini, terkadang kita bakal tertawa terbahak-bahak melihat betapa kakunya ayah-ayah ini dalam mengurusi segala macam soal anaknya, dan tak jarang juga kita terharu melihat betapa mereka berusaha keras menjadi ayah terbaik untuk anak-anaknya. Pokoknya, acara ini bukan cuma sekedar tontonan, tapi juga tuntunan yang sangat keren, baik untuk para orang tua dan calon orang tua, tidak heran kalau acara ini mendapat respon luar biasa dari semua kalangan, baik dari dalam Korea Selatan maupun di luar, dan mendapatkan banyak apresiasi berupa penghargaan.

Tuesday, September 15, 2015

Saat Kamu Datang


Mari berbicara tentang bagaimana saya saat kamu datang. Semoga, saya dalam keadaan baik sepenuhnya. Tidak sedang flu, misalnya. Lucu saja kan, kalau saat kamu datang, saya sedang kerepotan mengurusi hidung yang sedang belepotan? Bukan lucu, tapi jorok.

Semoga, saat kamu datang, saya dalam keadaan baik sepenuhnya. Tidak sedang merengek menonton drama Korea, misalnya. Aneh saja, kalau misalnya saat kamu datang, saya sedang belepotan mengurusi mata yang sembab akibat menyaksikan hal-hal yang menurut kebayakan orang sepele. 

Semoga, saat kamu datang, saya dalam keadaan baik sepenuhnya. Baik raga saya, baik jiwa saya, baik pemahaman saya, baik penerimaan saya, serta baik hati saya. Semoga, ya!

Jawa Pos National Network's Office


Thursday, September 10, 2015

...dan ternyata saya punya banyak sebentar



sebentar-sebentar saya mendesahkan napas panjang-panjang. sebentar-sebentar saya terpekur menatap jam dinding yang terpaku diam, patuh terus memutar jarumnya. sebentar-sebentar saya menyelonjorkan kaki pertanda ia mulai kesemutan. sebentar-sebentar saya melihat layar telepon genggam yang kosong melompong tanpa pesan pendek yang masuk. sebentar-sebentar, saya berusaha memperbaiki lipatan kerudung yang mulai melorot di kepala. duh, saya punya begitu banyak sebentar-sebentar, boleh, kamu datang menggenapinya?


Jawa Pos National Network's Office, 12:37

Wednesday, September 9, 2015

mungkin;

mungkin;
kita perlu duduk berdua di teras rumah. sambil perlahan-lahan menyesap kopi pekat kesukaan kita. kemudian berbincang banyak. tentang kucing-kucing peliharaan saya. tentang koleksi manga kesukaanmu. tentang betapa akhir-akhir ini saya sering terserang flu tiba-tiba. atau tentang klub bola idolamu yang belakangan ini sering tampil tidak prima.

mungkin;
kita perlu duduk berdua di hamparan pasir pantai yang hangat menjelang senja. kemudian saling berdiam diri. saling menafsirkan detak-detak jantung yang bersusulan menyaingi deburan ombak yang bergilirian mengecup tepian. hanya diam saja. tak perlu banyak ucap.

mungkin;
kita perlu duduk berdua di perpustakaan daerah. tanpa telepon genggam yang mengusik. tanpa selingan cokelat hangat. hanya saling berhadapan sambil tenggelam pada bacaan di genggaman.

mungkin;
kita perlu duduk berdua di hamparan rumput di tanah lapang. memerhatikan bocah-bocah bau matahari yang tengah asyik bermain layangan. tanpa saling tatap. hanya membuang pandangan pada luas langit yang teriknya mulai melemah.

ada banyak mungkin. manakah kemungkinan yang paling kamu semogakan?

Di ruang penuh suara jangkrik yang dingin dan menyenangkan, jauh dari tempatmu berada; 21:47

Tuesday, September 8, 2015

Berbicara dengan Diri Sendiri

Halo!
Halo.

Kamu seperti pesakitan akhir-akhir ini!
Oh, ya? Masa?

Caramu berkilah seperti menjawab pertanyaan saya.
 Kamu kan saya!

Baiklah. Lalu kenapa kamu seperti pesakitan belakangan ini?
Entahlah. Rasa-rasanya saya tidak perlu menjawab panjang-panjang, kan? Kamu paham itu.

Hei, lalu untuk apa kamu memanggil saya sesiang ini, di waktu mata sedang kantuk-kantuknya? Kamu menarik saya duduk berhadap-hadapan untuk bicara. Maka bicaralah!
 Baiklah. Kepala saya sedang disesaki begitu banyak beban mungkin. Kamu tahu kan, tak genap sebulan sejak saya resmi menjadi alumni kampus, saya sudah menyandang status karyawan. Menyenangkan kedengarannya. Tapi seperti ada lubang di hati saya. Entah. Mungkin seperti terlalu cepat, atau juga yang lainnya. Saya tak paham benar.

Friday, September 4, 2015

Terimakasih

Terimakasih, untuk setiap cerita yang sudah bersetia berlalu-lalang singgah di sini.
Terimakasih, untuk semua tawa dan juga segenap cerita pilu yang sudah menemani selama ini.
Terimakasih, untuk setiap sesal, kesal, pedih, sekelumit rumit, dan semua perputaran cerita yang pernah bertutur mendampingi.

Terimakasih.
Terimakasih.
Terimakasih.
Untukmu, Diri sendiri.

Juni

Aku menekuri ujung sepatu yang kupakai. Sialnya, sepatu ini kembali melempar ingatanku pada wajah gadis itu. Katanya, dulu, ia pali...