Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Kemungkinan

Ada banyak kemungkinan yang tumbuh subur di kepala saya. Kemungkinan bahwa usia rindu yang saya miliki untuk kamu, bahkan jauh lebih tua dari usia kita berdua. Kemungkinan bahwa  rasa rindu itu ingin segera dipensiunkan dengan penggenapan jumpa. Lalu kemungkinan tentang betapa rasa rindu itu belum menemui titik balik menjadi lipatan temu. Jauh. Terlalu jauh.

Saya ingin memangkas kemungkinan ketiga. Bahwa titik temu itu masih jauh. Tidak, detik-detik semakin mengalir deras menuju muara pertemuan kita, lipatan waktu terpenting dalam samudera kehidupan kita. Saya benci mengapa kemungkinan ketiga itu sangat susah untuk saya matikan dalam lahan kepala saya. Maksud hati ingin mematikannya dengan racun terbaik, namun waktu mengubahnya menjadi pupuk terhebat.

Saya rasa kemungkinan ketiga itu sudah semakin dewasa sekarang. Ia sudah paham bahwa kemungkinan keempat akan segera lahir. Ia tak bisa membantah apalagi menebas waktu. Kemungkinan keempat, bahwa rasa rindu itu akan ditebas habis oleh pertemuan yang tak pernah usai.

Malam. Oleh kamu. Dan untuk kamu.
S.A.F

Friday, June 21, 2013

S.A.F

Kurang lebih sudah enam ratus hari saya mengenal kamu. Lipatan detik sudah jatuh menekuk jauh di bawah kaki saya. Entah, sudah berapa kenangan yang terlampaui. Sudah berapa banyak cerita yang tergerus di kaki-kaki detik. Saya, di pagi ini, takjub menatap embun yang membiaskan perkenalan kita.

Kita punya awalan yang tak tertebak. Pun mungkin akhir yang belum bisa diterka. Saya dan kamu yakin, bahwa ketika hari melahirkan berjuta kawasan subur untuk rindu, maka pastilah ia telah mengandung banyak lahan untuk pertemuan. Saya dan kamu tahu pasti, ketika rindu menggeruskan rasa sakit saat ini, pasti ia telah menyediakan obat jumpa untuk menawar segala perih.

Biarkan awan itu meletup-letup di langit
toh, pada akhirnya kita jumpa dengan nama kasih

S.A.F

Thursday, June 20, 2013

Cerita Perempuan Senja

Kita berlalu menapaki pematangan waktu. Menjejakkan langkah seribu menebas potongan detik. Kamu dan saya paham. Sangat paham. Akan ada badai hadir di menit-menit setelah ini. Namun, kamu dan saya yakin. Sangat yakin. Bahwa ada sesuatu yang mengatas namakan diri dengan cinta, yang mampu merobek badai-badai itu.

Kita seperti kalut. Apakah ini salah? Kamu dan saya menggeleng pasti. Ini tidak salah. Hanya sedikit ketidakbiasaan dari orang sekeliling kita. Mereka belum paham. Belum menangkap apa sesungguhnya yang sedang kita centangkan. Kamu lelah? Saya tidak. Jika kamu bertanya dengan pertanyaan yang sama, maka saya akan menggeleng kuat dan berkata tidak dengan yakinnya seyakin saat saya ditawari neraka.

Saya tahu, kita sedang waspada menanti cercah saga esok hari. Entah bagaimana sampul akhir cerita kita. Tidak ada yang bisa menebak. Namun saya akan pastikan, hanya ada dua akhir dari kisah kita; kamu tersenyum pada saya dan saya bahagia, atau saya tersenyum padamu dan kamu bahagia.

Perempuan senja yang kamu cintai

Hyuga Kio

Sunday, June 9, 2013

Tuan Delapan-Delapan

Bagi saya kau adalah gerimis
yang menghadirkan pelangi berwarna seusai reda
yang menguarkan bebau tanah saat basah
yang melukis bias ketika deras

Kau kalungkan harapan di pucuk hidup saya
lalu kau goreskan cahaya-cahaya cinta di sana
menemaninu menebak sajak
hingga surya berganti di belahan bumi sebelah

Bagiku kau adalah embun
menggerus anggun di sela daun
menitik lembut ditemani kabut
kemudian menetes indah di tanah basah

Kau serupa nyanyian malam
mencecar sejuta panah-panah
menghujam parah di ulu perasa
lalu kau obati dengan setia

Bagiku kau adalah cinta
adalah sayang
adalah kebersamaan
adalah pendewasaan
adalah ketidakterbatasan
adalah kesetiaan
adalah ikrar janji kehidupan
untuk tetap bergandengan

21.25 saat gerimis menyapa saya

Juni

Aku menekuri ujung sepatu yang kupakai. Sialnya, sepatu ini kembali melempar ingatanku pada wajah gadis itu. Katanya, dulu, ia pali...