Monday, August 17, 2015
Friday, August 14, 2015
Kepada Tuan di Masa Depan
Kamu tahu, Tuan?
Maaf, sampai saat ini saya belum bisa mengeja wajah atau namamu dengan jelas. Terlampau jauh. Maaf. Maafkan saya.
Kamu tahu, Tuan?
Mungkin sebelumnya, satu dua lelaki pernah singgah di sini. Menabur harapan, lalu saya dengan bodohnya mengangguk mantap, lalu mereka pergi setelah menebas semua harapan saya, lalu meninggalkan saya yang tersungkur perih.
Kamu tahu, Tuan?
Saya hanya perempuan biasa, yang tetap mencoba terbaik saya agar menjaga kemuliaan, sampai padamu.
Kamu tahu, Tuan?
Kali ini saya tak berani mencoba-coba lagi. Menerka-nerka lagi. Pun menebak-nebak lagi. Hati saya terlampau lelah.
Dan, kamu tahu, Tuan?
Saya akan tetap bersetia menungguimu di sini. Menungguimu yang belum bernama. Yang rupanya belum bisa saya tebak. Yang suaranya belum mampu saya terka. Saya akan bersetia, menanti kau datang, dengan segenap kasih, dan sejuta penerimaan atas kekurangan saya.
Kepadamu, Tuan di masa depan, izinkan saya menantimu dalam taat.
Saturday, August 8, 2015
Kamu!
Pemeran utama hati, pemicu detak jantung ini baru kini kusadari setelah berlayar pergi, itu kamu.
-dari Pemeran Utama-nya Raisa-
Friday, August 7, 2015
Sunday, August 2, 2015
Saturday, August 1, 2015
Menunggu Hujan
Malam ini saya terpekur membuang tatap jauh ke angkasa. Bulan bersinar penuh. Bintang-bintang sedang angkuh memamerkan sinarnya. Saya murung, menunggu hujan yang enggan hadir dari kemarin. Kemaraukah? Artinya, tanah bakal meranggas. Tanaman-tanaman akan bekerja lebih banyak untuk mendapat air di dalam tanah. Ayam-ayam akan terkantuk-kantuk melawan hawa panas di ranting pohon asam, kucing-kucing di rumah akan berdiam diri di bawah naungan pohon jambu, dan adik kecil anak tetangga akan bolak-balik membasuh wajahnya di keran air depan rumah. Saya? Mungkin akan lebih banyak berdiam di kamar, bersitatap dengan deru kipas angin, sambil menyesap es sirop dan mengunyah kacang bawang.
Menunggu hujan sambil memikirkan kamu, adalah perpaduan paling menyedihkan yang pernah saya punya.
Butuh Berapa Banyak?
Ah, butuh berapa banyak keberanian untuk mengungkapkan sayang kita pada yang dicintai?
Butuh berapa banyak rasa sabar untuk menghadapi tangis bocah nakal yang merengek minta es sirop di pagi yang hujan?
Butuh berapa banyak kesetiaan untuk tetap menunggu dia yang belum jua tiba mengetuk pintu rumah kita?
Butuh berapa banyak degup untuk membuktikan betapa kita gugup berhadapan dengan dosen penguji di sidang skripsi?
Butuh berapa banyak uang agar bisa membawa pulang telepon genggam seri terbaru dari gerai telepon?
Butuh berapa banyak tangis untuk mengisyaratkan betapa sakitnya kaki kita saat terantuk batu?
Dan, butuh berapa banyak hari lagi untukmu, agar sampai padaku, dan menjawab semua pertanyaanku tentang berapa banyak ini, Tuan?
Rumah, 15:49
Sunday, May 24, 2015
Teruntuk kalian; Dua "Stroberi Berbeda" yang Telah Dia Toreh Berdampingan
"A successfull marriage requires falling in love many times, always with the same person." --Mignon Mclaughlin--
Pagi tadi rerintik memeluk bumi, sepersekian waktu kemudian, kalian akan saling berikrar sehidup semati; hingga jannahNya. Doa melangit deras teruntuk kalian berdua; jiwa-jiwa penuh cinta yang sedang menuai semi.
Wednesday, May 13, 2015
Tari; Perempuan Penuh Senyum yang Pernah Saya Temui
"If you see a friend without the smile; give him one of yours!" --Anonymous--
Ada banyak hal-hal sederhana di dunia ini yang bisa membuat saya jatuh cinta, salah satunya senyum yang lahir dari sabit-sabit bibir seseorang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Juni
Aku menekuri ujung sepatu yang kupakai. Sialnya, sepatu ini kembali melempar ingatanku pada wajah gadis itu. Katanya, dulu, ia pali...
-
Yuhuuuu, jadi ini adalah satu label baru di blog saya, yang saya namai #RabuReview. Jadi, setiap hari Rabu, saya akan memosting satu ha...

